Pelan Zee menepuk pipi Roi. "Bangun sayaaang, nggak ke kantor ato ke kampus?" ucap Zee perlahan di telinga Roi. Roi menggerakkan badannya perlahan. Hidungnya mencium leher Zee. Dan kembali mengeratkan pelukannya. "Ayo banguuun," ucap Zee lagi. "Pengen rasanya nggak usah bangun, pelukan gini aja terus sayang," Roi semakin menyurukkan kepalanya ke d**a Zee. Zee mendorong pelan kepala Roi agar menjauh dari dadanya. "Udah dibilangin, pake bra nonaa, duh ntar kalo aku gigit, yang gigit yang salah," ucap Roi sambil menahan senyum. Dan semakin menempelkan hidungnya ke d**a Zee. Menggerakkannya perlahan dan Zee menahan napas saat menyentuh ujung dadanya. "Roi brenti, aku mau ke dapur, mau nyiapkan sarapan lalu mandi," ujar Zee menahan gemuruh dadanya. Tanga Roi tetap menahan badan Zee.

