Sebulan ini Zee disibukkan oleh jadwal terapi, mama Roi, papa Zee dan Roi secara bergantian mengantar Zee terapi. Awalnya Zee benar-benar merasa sakit luar biasa, namun terapis tidak memaksa Zee untuk melanjutkan terapi jika benar-benar sakit saat belajar berjalan karena kawatir Zee akan semakin enggan melanjutkan terapinya, namun setelah seminggu terlewati Zee merasa sakitnya mulai berkurang. Roi kembali merasa bersalah saat melihat wajah Zee yang kesakitan namun sekali lagi Zee menenangkan Roi bahwa sakit yang ia derita adalah bagian dari perjalanan hidup yang harus ia jalani, Zee selalu tersenyum melihat Roi yang ketakutan bila Zee mulai belajar melangkahkan kaki tanpa kurk. Ia berusaha menenangkan Roi dengan senyumannya. "Pelan-pelan sayang, kalo sakit brenti saja, tuh kering

