Athaya memandang ke luar jendela Cafe, sembari memakan sepotong roti boy yang berada digenggangamnya. Athaya menatap kearah Azka yang sudah menyodorkan beberapa kantung plastik diatas meja Cafe. Athaya menatap laki-laki itu heran,"Apa?" Azka menyengir, lalu menggigit rotinya kemudian mengeluarkan isi dari kantung plastik tersebut. "Novel kesayangan lo." Athaya membulatkan matanya, diraihnya langsung Novel tersebut lalu dipeluknya erat. "Tadi pas kita nyari di toko buku kan udah enggak ada,"Athaya berujar bingung. Azka menyengir kuda kemudian mengacak rambut Athaya pelan,"Gue suka lo ngomongnua pake embek kita, serasa dunia milik berdua." Athaya langsung mencebik, karena sadar akan kata-kata yang baru saja ia lontarkan tadi,"Ih apaan sih." "Kebetulan tadi tinggal satu, jadi ya gue

