Azka mata menyipit kearah gadis yang berada di ranjang perawatannya. Kameja kotak-kotak membalut kaus hitam yang lelaki itu pakai, rambutnya tertata rapi, bau mint-nya tercium di mana-mana. Lelaki tersebut menyeret kopernya untuk masuk kedalam ruangan Irfa, Irfa masih setia menutup matanya rapat, seakan enggan melihat kemunculan lelaki tersebut yang terus dihantui rasa bersalah. Azka tau, ia salah. Ia ingin mencoba menebus semua kesalahan yang ia lakukan. Azka melangkahkan kakinya jenjang dengan sepatu kets yang ia pakai, dibukanya knop pintu ruangan tersebut, sehingga bau obat langsung saja menyeruak kala itu. Matanya memerah, ia berdehem sejenak lalu menyeret kursi yang sudah ada disana untuk lebih dekat lagi dengan ranjang Irfa. Lalu, menarik napasnya panjang,"Get well soon,"lirih

