13. Di Atas Materai

816 Kata

“Saya terima nikahnya Rahayu dengan mas kawin sebuah cincin emas seberat tiga gram dibayar tunai.” Suara Mas Wisnu terdengar lantang saat berjabat tangan dengan seeorang penghulu nikah. “Sah!” Dua orang saksi yakni Pak Bambang, ketua RT komplek rumah baru kami, dan Pak Aziz, pengurus masjid setempat, mengucapkan sebuah kata yang begitu kunanti. “Alhamdulillah.” Aku dan Mas Wisnu saling mengucap syukur, menadahkan tangan dan ikut mengaminkan doa-doa yang dilantunkan oleh penghulu. Meski pernikahan ini belum resmi dicatatkan secara hukum, digelar sederhana di dalam rumah yang Mas Wisnu hadiahi tempo lalu, serta hanya dihadiri oleh penghulu dan dua saksi, tetap saja bagiku ini adalah sebuah kado terindah dalam 25 tahun kehidupan. Tangisku luruh saat Mas Wisnu yang berpakaian rapi dengan

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN