· • -- ٠ ✤ ٠ -- • · Wajah innocent yang malah terlihat menyebalkan milik Lily itu melongo mendengar penjelasan Brandon. Dengan keterkejutannya dan takut jika ia dijadikan tumbal untuk menjawab pemikiran kritis Lily, Dio melarikan diri dari ruang tengah itu. Salah sendiri, kepo. Seolah mengerti, kepala Lily manggut-manggut beberapa kali. Kedua donat di tangannya pun bukan lagi menjadi fokusnya, penjelasan Brandon dan pembicaraan orang dewasa di sekitarnya lebih menarik dari segalanya. "Papa, Papa jadi Lily perawan?" Brandon menutup mulut belepotan Lily, takut-takut jika Shannon mendengar percakapan ini dari halaman belakang. "Jangan teriak," geramnya. "IHH! PAPA!" Devon menepuk pelan punggung Fani, tidurnya mulai terganggu akibat suara lantang Lily. Ya nggak sala

