· • -- ٠ ✤ ٠ -- • · Raungan itu masih jelas terdengar meski sudah sepuluh menit berlalu dari sana. Tidak melirih, malah semakin meninggi. Devon menjumput beberapa lembar tisu dan memberikannya pada Diva. Tangisan memilukan itu datangnya dari Diva dan perempuan satu ini tidak berhenti menangis bahkan setelah Devon datang menjemputnya. Tepat sekali, malam yang akan dilaluinya saat ini akan benar-benar panjang. "Ssst!" Devon melanjutkannya dengan, "udah ya nangisnya." Yang pertama, harinya sudah cukup panjang dan melelahkan. Yang kedua, otaknya tidak cukup kuat untuk menerima situasi yang berubah dan datang secara bertubi-tubi hari ini. Yang ketiga, 'ssst' itu memang ia gunakan untuk menyuruh Diva diam—bukan dalam artian untuk tidak berisik, tapi agar Diva lebih tenang. Dan ya ..., seper

