· • -- ٠ ✤ ٠ -- • · "CEFFAT, OM DEVON!" Devon merindukan pribadi Lily di weekend kemarin. Kenapa baiknya cuma sehari doang? Devon memutari mobilnya, tidak lupa membawa mengambil belanjaan Lily di tempat duduk belakang sebelum membukakan pintu depan untuk Lily. "High five!" Bukan, bukan Devon! Lily-lah yang mengajaknya tos. Entah untuk merayakan apa, Devon sendiri tidak tahu … dan tidak ingin tahu. "Thankiess." "Mm, ya." Lily menarik tangannya berjalan—lebih tepatnya berjalan cepat, oh atau ini bisa disebut berlari—meninggalkan parkiran. Tangan Lily terulur berniat membawa salah satu kantong belanjaannya. Sedikit bingung sebenarnya, Devon tidak cukup pandai untuk menyelami pikiran Lily. Meski begitu, tindakannya barusan patut untuk diapresiasi. "Om Devon jala

