40

1060 Kata

Aku duduk di ruang keluarga sendirian sembari berpikir tentang betapa tega dan lancarnya mas Farid. Kupikir dia akan menjaga perasaan kami dengan untuk sementara mengambil waktu untuk tidak segera menikah. Kupikir dia akan menundanya sampai kami benar-benar siap dengan keputusan tersebut, tapi ternyata dia tidak mau buang waktu. Yang membuatku tidak habis pikir ya ... Meski aku tahu dia sudah diperbudak cinta kepada w***********g itu, setidaknya dia menunggu dulu perasaan anak-anak mereda. Tapi semakin ditegur semakin melunjak saja Suamiku itu. Akhirnya aku membulatkan tekad untuk berhenti dari pernikahan ini dan melanjutkan hidupku bersama anak-anak. Bilamana suatu saat nanti kutemukan lelaki yang pantas maka Aku bersumpah aku akan membawa undangan pernikahanku wajahnya. Aku bersumpah

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN