Setelah sedikit siuman wanita itu diberi minum dan minyak kayu putih oleh pembantuku, kemudian dia diantar ke taksi untuk pulang. "Mana Mas Farid? Apa yang terjadi denganku!" tanyanya saat dia ingin bangkit dari posisinya yang berbaring di sofa ruang tamu kami. "Dia sudah pergi!" "Pergi ke mana, ke mana pria itu bisa pergi? Apa kalian menyembunyikannya di sini?" "Untuk apa kami menyembunyikan pria dewasa yang punya prinsip dan keputusan dalam hidupnya. Lagi pula aku dan dia belum rujuk, sehingga lelaki itu tidak punya hak untuk bermalam di sini." "Ya tuhan kemana suamiku...." "Sejak awal aku menasehatimu ... jika kau ingin mempertahankan suami dan rumah tanggamu, maka kau harus bersikap baik dan mengalah padanya." "Ya Tuhan...." Dengan dipapah oleh asistenku, wanita itu kemudian

