Harapan Zahwa

1538 Kata

“Sam, ini sudah seminggu sejak Mama minta kamu memikirkan kembali keputusanmu untuk melamar Naomi. Jadi gimana? Sudah ada jawabannya?” Bu Widia kini menagih janji pada putranya akan lamaran yang tertunda. Sejak saat itu, dia menutup untuk membahas Naomi di depan Samudra karena memang memberikan waktu untuk Samudra berpikir dengan jernih, menggunakan sentuhan perasaan dan logika. “Seminggu yang lalu aku juga sudah melamar dia, tapi dia menolak.” “Apa kamu tidak membujuknya, Sam? Naomi pasti trauma dengan kegagalan pernikahannya.” “Aku sudah mencoba meyakinkan dia. Tapi tetap saja dia dengan keputusannya yang sama sekali tidak bisa diganggu gugat. Jadi aku gak mau memaksa kehendakku.” Samudra menjawab dengan tegas. Pria memang tidak boleh lemah, karena itu akan dijadikan senjata untuk di

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN