Dua Puluh Satu

1804 Kata

"Kamu tidur jam berapa?" Pertanyaan tersebut bukan keluar tanpa alasan, secara apa yang dilihat Ardi adalah bagaimana Dini terlihat lesu bukan main. Mata sang puan nampak memerah, dengan rambut yang diikat asal. Jelas sekali bahwa dia tidak mendapat waktu tidur yang cukup. Padahal Ardi sengaja mengundur jadwal sarapan mereka, agar sang puan bisa memiliki waktu istirahat lebih lama. Namun, sepertinya alih-alih beristirahat Dini lebih suka menyibukkan diri dengan menyelidiki semua kartu nama yang diberikan oleh Rizki kemarin. "Baru tidur sejam Mas," jawab Dini pelan. Sesaat melirik makanan milik Ardi yang tersaji di atas meja, lantas melirik ke arah deretan makanan yang sengaja disajikan dalam bentuk prasmanan di sisi lain ruangan. Entah kenapa tidak berselera sama sekali, rasanya kalau ia

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN