Walaupun sebagian besar hidupnya dihabiskan untuk tumbuh dan menerima kasih sayang dari sosok ayahnya saja. Pada dasarnya, hubungan Dito dengan sang ayah tidak sedalam itu. Selain karena beliau menghabiskan sebagian besar waktunya untuk bekerja demi memenuhi kebutuhan Dito dan Dini. Ada beberapa hal yang membuat pria itu terkadang terkesan menarik diri. Terlebih setiap bersamanya. Berbeda dengan Dini yang bisa berlama-lama berbicara berdua dengan ayahnya, maka Dito tidak bisa. Percakapan antara ia dan sang ayah hanya sedikit. Kebanyakan dari pembicaraan itu pun membicarakan keputusan-keputusan yang hendak Dito ambil. Bukan untuk meminta pendapat namun untuk memberi tahu apa yang akan ia lakukan. Seperti jurusan dan universitas apa yang akan Dito ambil hingga terakhir percakapan soal ia aka

