Ini bukan kali pertama Dini kebagian tugas untuk mendampingi pengantin perempuan, di detik-detik paling sakral acara. Biasanya pengantin akan didampingi oleh ibu, kakak atau bahkan teman-temannya. Namun, kali ini berbeda. Tamara menolak keras didampingi siapapun, termasuk Erna. Membiarkan kakaknya itu menyaksikan langsung ijab kabul di dalam ruang utama, sementara Tamara masih 'disembunyikan' di ruang tunggu. Beralasan bahwa kehadiran kakaknya itu hanya akan membuat ia menangis keras dan merusak riasannya. Jadi disinilah Dini, bersandar pada dinding seraya memandangi Tamara dari pantulan kaca di hadapan sang puan. HT-nya tidak henti berbunyi, memperdengarkan pembicaraan antar rekannya yang memastikan setiap titik acara tidak mengalami masalah apapun. Sayup-sayup terdengar suara lantunan a

