Agatha hanya tersenyum ke arah Zaki. Kemudian, melangkahkan kaki untuk meninggalkan area toilet. Namun, Zaki malah mengajaknya untuk pergi keluar dari kantor. Kata Zaki, ada sebuah permasalahan yang ingin dibahas. Di dalam pikiran Agatha, laki-laki itu akan membahas mengenai sebuah lagu yang akan dikerjakan. Namun, kenyataannya beda. Kini, kedua insan itu tengah duduk di sebuah taman yang ada di kota. Menikmati keramaian dengan suara bising kendaraan yang berlalu lalang. Agatha tersenyum melihat seorang anak kecil yang tengah merengek untuk dibelikan sebuah balon. Sama ketika dia waktu masih kecil, melakukan hal yang sama kepada ayahnya. Agatha teringat dengan sosok ayah yang sudah meninggalkannya, tapi tidak dengan cinta yang selalu ada di dalam hati Agatha. “Kenapa, sih, Tha?” tanyanya

