Agatha menatap ke arah Zaki dengan tajam, menunggu kalimat selanjutnya. Namun, kenyataannya Zaki tetap saja menggantungkan kalimat itu. Kemudian, pria itu memilih untuk pergi meninggalkan ruangan itu. Agatha mengambil ponselnya, sudah ada sebuah pesan dari Rayhan agar Agatha segera menemui, sebab ada sesuatu yang perlu dibahas. Agatha pun beranjak dari ruangan itu. Berpindah ke ruangan sebelah untuk melanjutkan penggarapan mini album yang tinggal beberapa persen lagi. Agatha duduk di sebelah kanan Rayhan. “Tha, seminggu harus sudah selesai, ya, sesuai dengan target awal. Ya, aku tahu mungkin hubungan kita akan ada kecanggungan, tapi aku harap hal itu tidak akan menjadi suatu penghalang sebuah profesional kerja.” “Oke, kalau begitu biar aku saja yang membuat konten promosi. Kamu fokus k

