Agatha menatap ke arah pintu. Melihat kakaknya tersenyum manis di sana. Membalasnya dengan senyuman yang begitu manis. Beranjak untuk menyambut kehadiran kakaknya. Mengajaknya duduk di sofa dekat jendela kamarnya. Membuka tirai berwarna hitam agar bisa menikmati indahnya pemandangan kota. “Kak, maaf, kalau Agatha masih suka manja. Apa-apa masih yang ‘Kak bantu Atha’ sudah begitu masih suka menuntut,” kata Agatha sembari menatap ke arah langit. Menikmati cerahnya cuaca yang membuat mata begitu terkagum-kagum dengan anugerah Tuhan. “Justru, itu yang bikin Kakak kangen kalau lagi di Bali,” jawabnya sembari merapikan anak rambut Agatha. “Semoga, kita selalu akur, ya, Kak.” “Harus. Oh iya, bagaimana pekerjaan kamu?” tanyanya sembari membuka ponsel warna hitam miliknya. Antara Agatha da

