Disebuah desa entah Namanya Apa Ramma membawanya kesana tak lama mereka berdua bertemu dengan seorang lelaki baya yang sedang berkebun. Ramma melepas pegangannya dengan Cinta dan melangkah duluan untuk menghampiri pria paruh baya tersebut. ‘’Kai.’’ Panggil Ramma dari belakang Kai itu yang sedang menyemprot tanamannya dengan alat semprot disenfektan yang ia gendong dibelakangnya. Lelaki yang dipanggil Kai lantas berbalik. ‘’Kai, ini Ramma. Apa masih ingat? Tanya Ramma dengan pelan ia memperhatikan mimik Kai yang mengerutkan alisnya tak lama Kai itu langsung tersenyum, matanya yang sendu mengeluarkan air mata ia melepas gendongan semprotan dan memeluk Rama. “Masya Allah, sudah besar kamu sekarang Ramma. Kenapa kesini? Kemarilah kita ke pendopo.” Kata kakek. Ramma melepas pelukannya ia be

