Dominiq: Nggak Bisa Berhenti "Abis ini gue nggak ada jadwal lagi, kan?" Mbak Sarah, manajer gue menganggukkan kepalanya. "Nggak ada kok." Gue tersenyum sumringah. "Gue bisa langsung balik setelah ini kan?" Mbak Sarah mengangguk lagi. "Iya," jawab Mbak Sarah. "Emang mau ke mana sih? Kayaknya buru-buru amat." Bersiap-siap akan pulang, gue membereskan barang-barang bawaan gue. "Mau pulang lah, Mbak! Capek banget gue." "Bukan buru-buru karena mau ketemu pacar, kan?" Gue meringis kecil. "Nggak! Dia aja belum ada ngabarin apa-apa hari ini. Sibuk kali, ya." Sepasang mata gue nggak lepas memandangi ponsel di atas meja. Terakhir kali Bizar ngabarin gue ya tadi pagi doang sebelum berangkat ke kantor. Abis itu nggak ada kabar apa pun dari laki-laki itu. Maunya gue chat duluan, tapi

