Dominiq: Malu Dari sekian hal memalukan yang pernah gue lakukan, baru kali ini gue ingin mengubur diri sendiri ke dalam liang lahat sedalam-dalamnya. Ya bisa-bisanya sih gue menangisi seseorang yang gue kira meninggal, padahal orangnya jelas-jelas ada di belakang. Mana gue nangis macem anak kecil, di depan suster dan dokter. Masih sangat gue ingat bagaimana kelakuan gue tadi. Gue duduk selonjoran sambil nangis-nangis. Harusnya gue pastikan dulu tadi ya. Itu beneran jenazahnya Bizar atau bukan. Supaya gue nggak malu-malu amat tadi. Salah Evan Cho, nih! Dia nggak bilang gimana kondisi Bizar sewaktu mengajak gue kemari. Minimal dia bilang kalau si duda lecet tangannya kek. Kakinya patah kek. Atau gagar otak, gitu! Kan, gue jadi punya bayangan. Semisal Bizar lukanya nggak patah-parah ama

