Dominiq: Ditindas Calon Mertua Bangsat. Sebuah umpatan kasar nggak pernah absen dari mulut gue. Apa lagi dalam kondisi kayak gini. Udahlah ngumpet di belakang sofa sampe lupa napas, ketahuan juga sama mamanya Bizar. Ya Tuhan, gara-gara diteriakin pake suara melengking, gue sampe mau jumpalitan saking kagetnya. "Kalian!" Satu jari mamanya Bizar menunjuk kita berdua. "Kenapa dia," Wanita itu fokus ke gue, tatapannya jelas marah dong! Kayak gondok banget lihat gue ada di rumah anaknya. "Kok bisa ada perempuan ini di sini!" Sumpah ya, gue berasa kayak karakter utama di sinetron-sinetron yang lagi dimaki-maki sama calon mertuanya. Atau biar lebih greget, gue contoh menantu yang lagi ditindas sama mertuanya sendiri. Ya, kalau karakter utama di sinetron, sih, pasti bakalan diem aja dong.

