Kedatangan yang Tiba-tiba

1251 Kata

Seharian ini juga Gara terlihat awut-awutan. Dia terlihat semakin menyeramkan dari pada biasanya, dan mudah marah. Theo tahu jika tidak ada yang membuat dia seperti itu kecuali, Maura. Pagi tadi dia sudah merasa ketegangan di antara mereka. Jangankan untuk memberikan obat kepada Maura secara langsung, bicara sepatah kata pun tidak. Jadilah dia yang harus mengantarkan obat itu ke kamar Maura tadi. Padahal, Gara sudah mempersiapkan itu sendiri sejak kemarin. “Menahan emosi itu juga tidak baik. Itu bisa menambah stress, lalu menyebabkan anda kehilangan kendali. Lebih baik untuk langsung bertemu, dan menyelesaikan semuanya.” Gara menatap Theo yang tiba-tiba saja berbicara ala dokter psikolog. Rasanya dia ingin melempar berkas ke arah pria itu saja saat ini. “Dari pada kamu berbicara ha

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN