Blam… David menutup pintu kamarnya dengan kasar. Ia merasa seperti orang gila, bagaimana bisa jantungnya berdetak dengan sangat cepat membuat sekujur tubuhnya menjadi panas. Pria itu menyenderkan tubuhnya pada pintu, ia masih merasakan detak jantungnya masih berdebar. David merutuki dirinya yang terlihat lemah. Bagaimana bisa ia mengatakan perasaannya pada Mayleen sedangkan menatap gadis itu saja sudah membuat ia kehabisan napas. Belum pernah ia merasakan perasaan gila seperti ini. David benci menjadi orang yang lemah. David mengusap wajahnya pelan, lebih baik ia berendam untuk memulihkan kembali perasaannya. David mengambil handuk putih dari lemari sebelum masuk ke dalam bak mandi. Tepat setelah David memasuki toilet pintu kamarnya terbuka. Mayleen menyembulkan kepalanya dari balik pi

