Mimpi Resty

2364 Kata

Larisa pun pamit kepada Fira. Setelah mencium tangan ibu Dewa, gadis cantik itu langsung melesat ke pintu penghubung ke bagian poliklinik. Bertepatan dengan itu, Dewa dan Liana sedang melewati pintu masuk. Fira mencelos, kakinya lemas. Sedikit lagi, kalau Larisa tidak segera lari, Dewa sudah pasti memergoki kehadiran gadis itu di dekat ibunya. “Kenapa, Ma? Kog wajahnya pucat?” Dewa menyadari ada yang janggal dari ibunya. “Tante nggak enak badan?” tanya Liana penuh perhatian. Fira hanya tersenyum. “Mama sudah makan?” tanya Dewa. Dia berpikir mungkin saja Fira pucat karena belum makan. “Mama sudah makan tadi bareng papanya Resty,” jawab Fira. Dewa menganggukkan kepalanya. Hari ini Mama terlihat aneh. Ada apa? Tanyanya dakam hati. Sebenarnya dia penasaran sekali. Tetapi belum bisa

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN