“Ma, Resty jatuh karena ulahnya sendiri,” Dewa berkata, mengawali cerita yang tadi sempat terpotong. Fira merasa tiba-tiba otaknya sulit mencerna, dengan cerita yang baru saja diucapkan putra semata wayangnya tersebut. “Ceritakan dengan benar, Wa,”pinta sang mama seraya memijit pelipisnya pelan. Berkali-kali anaknya itu menghembuskan nafasnya dengan wajah sendu. Tidak, dia tidak bisa marah dengan kekasihnya itu. Tetapi sejujurnya, dirinya pun belum bisa menerima perbuatan Resty yang dianggapnya sangat berbahaya. “Resty, saat itu berniat membuat Larisa celaka, Ma. Dia yang menuangkan cairan pel di tangga darurat dan mengajaknya ketemuan di sana,” setelah membuat dirinya tenang, Dewa pun melanjutkan ceritanya. Fira terhenyak. Dia memang berfikir kemungkinan ada orang yang menuangkan cai

