“Buat apa Larisa menonton rekaman ini?” tanya Heri dengan nada malas. “Kan bagus kalau Larisa tahu Resty meminta maaf,” jawab Rika, jengkel dengan sikap suaminya. “Mama nggak dengar kalimat terakhir yang terakhir?” Ucapan suaminya membuatnya berfikir, mereview satu persatu apa yang dia lihat di dalam rekaman. “Itu-itu bukan hal yang penting,” elak Mama. “Bagaiman kalau Larisa menganggapnya serius?” kejar Heri. Mamanya Larisa itu langsung bergidik dan menggelengkan kepalanya. Dia tidak ingin jika anaknya bersama Dewa. “Karena itu, lebih baik Larisa tidak tahu sama sekali. Toh Resty sudah meninggal, permintaan maafnya sudah tidak ada gunanya lagi,” merasa dirinya benar untuk melakukan penghapusan rekaman tersebut. Kali ini Rika menyepakati ucapan suaminya. Anak semata wayan

