Larisa menghela nafas. Dilihatnya Ira yang memandangnya, seperti memohon. Dia seperti melihat kembali peristiwa lima tahun yang lalu. Hanya saja, dulu mereka meminta maaf secara terbuka. Sedangkan Ira? Larisa sampai menggeleng-gelengkan kepalanya. Tidak keluar sepatah katapun dari bibir perempuan itu. “Menurut kamu, perbuatanmu itu benar atau salah?” tanya Larisa pada Ira. Dewa dan Sangmin masih menyimak. “Saya nggak tahu, kalau informasi itu salah,” bukannya menjawab, Ira masih sibuk berkelit. Larisa takjub dibuatnya. Dibandingkan Liana yang dulu bermasalah dengannya, Ira itu melampaui istri Gino. Benar-benar tidak tahu kapan harus menundukkan kepalanya. “Dan menurutmu, itu tidak salah?” Larisa mempertegas pertanyaannya kembali. Kali ini Ira diam. Dilihatnya Larisa yang ber

