Liana, Hening, Gino, Alex dan Reina bergegas melangkahkan kaki mereka menuju kamar rawat Resty. Dewa sudah terlebih dahulu berangkat ke rumah sakit begitu mendapat telepon dari Farid yang mengabarkan keadaan Resty yang tiba-tiba drop. Sedangkan Reina yang harus tetap berada di kantor jika atasannya itu berhalangan. Jadi begitu waktu pulang kantor, mereka memutuskan untuk menengok Resty yang menurut Dewa sudah stabil keadaannya. “Sayangku!” panggil Liana seraya menghampiri Resty, kemudian memeluk sahabatnya. Resty tersenyum menyambut pelukan Liana. “Selamat ya, jadian sama si manis divisi desain,” godanya dengan suara yang masih lemah. Liana tertawa tersipu malu. Mereka memang punya julukan itu untuk Gino yang dari dulu jadi incaran Diana. “Terima kasih, Bestie,” lirih Liana menjaw

