Bara berjalan mondar-mandir di dalam ruangannya dengan gelisah seperti orang yang sedang menunggu sesuatu dalam ketidakpastian. Rio menatapnya dengan penuh tanda tanya. Bara yang ia kenal selama beberapa bulan ini adalah orang yang pendiam jika sudah berada di tempat kerja, sehingga kelakuannya hari ini membuat Rio kebingungan. "Pak Rio, saya membutuhkan saran," ujar Bara. Rio pun tersenyum. "Iya Pak. Bapak sudah mengatakan hal itu sebanyak dua puluh delapan kali hari ini. Tapi Bapak tidak juga mengatakan pada saya mengenai saran apa yang Pak Bara inginkan," ujar Rio, sabar. Bara pun berhenti untuk menatap ke arah Rio. "Benarkah? Saya sudah mengatakan hal itu sebanyak dua puluh delapan kali hari ini?" Bara tak percaya dengan kelakuannya sendiri. Rio tersenyum seraya mengangguk-angguk

