Marwan menghadap pada Binar pagi-pagi sekali, sebelum waktu rapat yang sudah dijadwalkan dimulai. Binar menatapnya dengan serius, berharap ada kabar baik yang dibawa oleh sekretaris kepercayaannya tersebut. Ya, Marwan selama ini belum pernah mengecewakan Binar sama sekali. Semua informasi yang didapatnya jauh lebih berguna ketimbang informasi yang didapatkan oleh si penguntit bayaran. Hanya saja, terkadang Binar merasa dirinya lah yang kurang tepat merencanakan setiap aksinya, sehingga selalu mengalami kegagalan. Padahal tanpa sepengetahuannya, Marwan adalah orang yang membocorkan setiap detail dari rencana yang sudah disusunnya pada Almarhum Danu--dulu--ataupun pada Nata setelah Ayahnya tiada. Kini Marwan--seperti biasanya--telah siap dengan informasi yang sudah dirancangnya bersama selu

