Bab 62

2019 Kata

"Des, gak mungkin Si kembar pingsan. Biasanya kan, mereka sepak takraw di perutmu itu." canda Morgan, dengan niat meredakan rasa panik Desha. Istrinya yang terduduk lemas itu, malah menderaikan air matanya. "Dia tidak bergerak, Gan. Si kembar diem aja." Morgan duduk di sampingnya, menyingkap pakaian Desha untuk mengelus perutnya secara langsung. Memang benar tidak ada pergerakan sama sekali. Ia menatap Desha. Menempelkan telinga di perut istrinya. Mana kedengaran, karena harus menggunakan alat khusus bila ingin mendengar detak jantungnya. Morgan segera mengambil handphone-nya. Jalan satu-satunya untuk membuat Desa tenang, hanya dengan menghubungi dr. Wita. "Dok, masih di poli kandungan?" tanya Morgan tanpa basa-basi. "Iya, Dok." jawab dr. Wita secara singkat. "Masih ada pasien?"

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN