"Ijinkan aku tidur di sini, ya? Aku janji tidak akan mendekatimu." ucap Morgan, mencium kembali rambut Desha. Lalu berguling ke sisi tempat tidur lainnya. "Makan dulu." Itu suara Desha? Tidak mungkin suara hantu, bukan? "Mau nemenin? Gak apa-apa dari jauh juga." Memelas banget, hingga menyentuh hati Desha. Suaminya belum makan malam, ia juga merasa tidak tega. Desha turun, mengambil kayu putih untuk di hirupnya. Morgan juga cepat-cepat beranjak, untuk mendahului langkah Desha menuju ke ruang makan. Morgan duduk di kursi ujung dan Desha di ujung lainnya. "Kata ayah, aku harus sabar dalam menghadapi istri yang benci aroma tubuh suaminya. Menyingkirkan semua aroma di kamar mandi juga ruangan lainnya." Morgan mulai makan, karena perutnya sudah keroncongan dari tadi. "Besok aku akan beli

