Suasana berubah menjadi hening di ruang tamu itu, hanya terdengar suara klakson kendaraan di luar sana. Dua perempuan yang berbeda generasi terjebak dalam kesunyian dan masing-masing tenggelam dengan apa yang ada di benaknya. Dokter bergamis hitam itu menyandarkan badannya di sofa dengan pikiran yang menerawang, hal serupa juga terjadi dengan Zoya yang sedang memilah kata yang tepat. Gadis bermata biru itu sedang menyusun kalimat untuk mengajak sosok yang kini ada di hadapannya untuk menemui orang yang dicintainya, Mikail Bayanaka. Zoya masih mengingat jelas percakapan yang terjadi dengan Dokter Abdul Rahman yang ternyata memang bernama Pelangi Senja itu. "Aku kenal dengan Mikail Bayanaka, tetapi itu 10 tahun yang lalu saat aku masih menggunakan nama Pelangi Senja sebagai panggilan. Ju

