Cokelat di Depan Masjid

1062 Kata

Ada rasa menyenangkan merambati hati gadis bermata biru itu  ketika melihat Romance berdiri dihadapannya,  pemuda itu tersenyum sambil menatap Zoya. Dia membawa sebuah tas kecil  berwarna merah cabai yang diselempangkan dari bahu kanannya ke d**a kiri,  sedangkan di tangannya masih  menggenggam ponsel yang tadi digunakan untuk menelepon gadis itu. Dia melihat jam tangannya lalu melihat ke arah tadi siang duduk di hadapan sebuah senyum mengembang lagi dia wajah pemuda 20 tahun itu. “Hampir 1 menit,”  kata Romance  dengan sebuah melengkapi kalimatnya. Zoya menggelengkan kepala, dia merasa pemuda itu telah mengerjainya. Tadi gadis itu berpikir bahwa Romance masih di rumah, sehingga Jika dia mengatakan ‘otewe’ pastilah membutuhkan waktu  untuk tiba di rumah sakit. “Dasar!” kata Zoya dengan

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN