Ada rasa menyenangkan merambati hati gadis bermata biru itu ketika melihat Romance berdiri dihadapannya, pemuda itu tersenyum sambil menatap Zoya. Dia membawa sebuah tas kecil berwarna merah cabai yang diselempangkan dari bahu kanannya ke d**a kiri, sedangkan di tangannya masih menggenggam ponsel yang tadi digunakan untuk menelepon gadis itu. Dia melihat jam tangannya lalu melihat ke arah tadi siang duduk di hadapan sebuah senyum mengembang lagi dia wajah pemuda 20 tahun itu. “Hampir 1 menit,” kata Romance dengan sebuah melengkapi kalimatnya. Zoya menggelengkan kepala, dia merasa pemuda itu telah mengerjainya. Tadi gadis itu berpikir bahwa Romance masih di rumah, sehingga Jika dia mengatakan ‘otewe’ pastilah membutuhkan waktu untuk tiba di rumah sakit. “Dasar!” kata Zoya dengan

