Sore tiba, mikrolet Jayadi berhenti di depan pintu perusahaan Gaishan. Gaishan yang memang sudah menunggu jemputannya itu, dengan sigap mendekat ke arah mikrolet. "Gaishan, maaf yah kita lama, biasa sore gini udah mulai macet," ujar Jayadi. Gaishan mengangguk mengerti, "Nggak apa - apa, Bang." Gaishan melihat Fathiyah yang sedang melihat serius ke arah wajahnya. "Halo, Tia. Aku mau pulang." Gaishan tersenyum manis. "Um," gumam Fathiyah singkat. Dia hanya bergeser sedikit agar memberi akses Gaishan masuk ke dalam mikrolet. Gaishan tak masalah, malah dia lebih senang saling berdekatan dengan Fathiyah. "Kamu nggak enak badan, yah?" tanya Gaishan setelah dia duduk di kursi, sementara Jayadi menginjak gas dan mikrolet berjalan. Fathiyah menggeleng. "Nah, lagi datang bulan?" tanya Gias

