Di dalam cafetaria dekat rumah Inara. "Mana, nih si Asya? Katanya penasaran sama buku Gue, kok belum datang juga, ya?" Celetuk Ina, cewek itu melirik jam di handphonenya, sembari mengechat Asya, meminta kepastian. Mimik wajah Ina sudah benar-benar lelah bin badmood. Makanya dia benar-benar sensi dan tampaknya ingin segera pulang saja. Tapi karena permintaan teman dekatnya itu, dia jadi harus mampir kesini terlebih dahulu. "Ck, udah setengah jam Gue nunggu. Apa Gue balik aja, ya?" Tanya Ina lagi-lagi pada dirinya sendiri. Lalu mulai beranjak berdiri, untuk membayar minuman yang telah dipesannya sejak berada disini. Tapi, tiba-tiba datang se sosok badut yang amat familiar bagi cewek cantik itu. "E-eh? Boneka besar berjalan? Kamu juga ada disini?" Ucap Ina antuasias. Suasana hatinya men

