Sementara itu, Leon yang tengah berada di depan rumah Inara, cowok itu terus saja mengetuk pintunya berkali-kali. Tapi, sunyi. Tidak ada seorangpun disana. "Nar?" Panggilnya yang sudah ke tiga puluh kali. Kemana? Kok nggak ada di rumah? Nar? . . . . Apa gua telepon aja, ya? Leon, cowok tampan itu segera menaruh kresek yang berisi dua bekal makanan buatannya di teras rumah cewek itu. Inara pergi kemana? Leon, cowok itu segera menelepon nomor Ina, tapi, tidak tersambung sama sekali. "Nar?" Ketukan Leon sekali lagi, cowok itu tidak berhenti mengetuk, sampai sekarang sudah pukul delapan malam. Sudah sejam cowok tampan dengan pakaian kaos coklat terbalut jaket kulit hitam, dan celana panjang berwarna hitam. Dengan sendal swalow berwarna abu-abu. Leon, cowok itu menghela napas.

