Emi memandang ke arah samping tempat ia tidur, seorang pria yang menjadi suaminya tengah terlelap dalam tidurnya. Tangannya memeluk tubuhnya dan tak mau lepas meski ia akan bergerak dan bangkit dari tempat tidur. Kandungannya telah berusia sekitar lima bulanan dan hampir setiap hari ia melihat sebuah adegan dimana Iva selalu diajak pergi dengan cara memaksanya dan tuduhan yang dilimpahkan padanya atas pelet yang membuat cucu mereka begitu menyayanginya. "Mas ..." Ia mengguncang tubuh suaminya dan belum ada pergerakan. Karena terlalu lama, akhirnya ia menyingkirkan tangan pria itu dan menurunkan kakinya. Tapi, belum sampai kakinya tiba di atas lantai, suaminya bergerak dan mendekap tubuhnya dengan lebih erat. "Hmm, mau kemana?" gumamnya sambil tetap terpejam. "Mau ke dapur, Mas. Mau me

