"Em, kita pulang, yuk!" ajak Adam sambil mengelus perutnya. Emi sedang menidurkan Iva yang mengantuk dan kelelahan. Adam, suaminya terus membujuknya untuk pulang. "Tunggu ibu pulang, Mas. Iva juga sedang tidur, mungkin sekitar malam baru kita bisa pulang," ujar Emi. Leganya hati Adam saat Emi mengatakan itu, ia sangat berharap istrinya tak meminta cerai atau berencana ingin berpisah darinya. Ia sudah meyakinkan ibu mertuanya juga tapi tampaknya masih sulit. Apalagi Emi disuruhnya pulang saat siang tadi keduanya bicara. "Em, boleh kan aku menyuruh orang untuk pasang AC disini?" Emi menggeleng, "Bayar listriknya mahal, Mas. Nggak usah," jawab Emi. Adam menatapnya, lalu memegang dagunya dan mencium bibirnya. "Aku yang akan bantu ibu bayar listrik, jadi jangan bingung!" "Ibu akan mengira

