Kayla kini sedang duduk di balkon kamar yang berada di apartemen pribadi milik dirinya sembari menimati satu cangkir cokelat hangat dan camilan yang berada di atas piring itu. Ya. Kayla yang belum dapat memejamkan mata karena masih teringat dengan apa yang diucapkan oleh sahabat baiknya itu sore tadi lantas memutuskan untuk menenangkan diri sembari menikmati pemandangan langit yang tampak cerah dan indah dengan cahaya bulan dan bintang yang kini bersinar dengan terang menyinari bumi ini. Udara malam yang dingin dan menusuk di kulit Kayla tidak dihiraukan sama sekali oleh Kayla malam hari ini. Pikiran Kayla masih berkecamuk dengan pertemuan laki-laki musuh bebuyutan dan sahabat baiknya itu di rumah makan milik dirinya siang tadi. “Bagaimana jika Revan meminta tes DNA untuk membuktikan Keen

