Revan mengulas senyuman bahagia saat melihat Kayla yang kini sedang berada di rumah makan milik wanita musuh bebuyutannya itu. Entah kenapa ada yang terasa berbeda di dalam hati Revan saat Revan melihat Kayla siang hari ini. Revan melangkahkan kaki dengan tegas menuju ke arah rumah makan milik Kayla yang kini tampak masih cukup ramai itu. “Saya mau memesan makanan mba,” ucap Revan setelah berada di hadapan Kayla. Deg.. Jantung Kayla berdetak dengan sangat tidak normal saat mendengar suara bariton yang tidak asing bagi indera pendengarannya. Sontak Kayla mengalihkan perhatian ke arah sumber suara di mana tampak laki-laki yang menjadi musuh bebuyutannya itu kini telah berdiri di hadapan dirinya sembari menatap ke arah dirinya dengan tatapan yang sulit untuk diartikan. “R-Revan,” ucap Kay

