Kayla mengecup kening sang putra kesayangannya setelah sang putra kesayangannya kembali memejamkan mata untuk beristirahat malam hari ini. Tidak dapat dipungkiri jika perasaan bahagia itu kini masih dirasakan oleh Kayla karena sang putra kesayangannya itu telah menyadarkan diri dan makan dengan cukup lahap beberapa saat yang lalu.
Cantika yang dapat melihat rona bahagia di wajah Kayla sejak Keenan menyadarkan diri merasa bahagia dengan apa yang kini sedang dirasakan oleh sahabat baiknya itu. Cantika melangkahkan kaki menghampiri ke arah Kayla yang baru saja menyelimuti tubuh kecil mungil Keenan saat ini.
“Aku ikut merasa bahagia Keenan telah sadarkan diri Kayla,” ucap Cantika setelah berdiri di samping sahabat baiknya itu.
Kayla yang kini sedang menatap dengan tatapan bahagia ke arah putra semata wayang kesayangannya seketika terkesiap saat mendengar suara yang tidak asing bagi dirinya masuk ke dalam indera pendengarannya. Sontak Kayla mengalihkan perhatian ke arah sumber suara di mana tampak Cantika sahabat baiknya itu kini sedang berdiri dan menatap ke arah dirinya dengan tatapan lembutnya.
“Iya Cantika. Aku juga merasa bahagia karena Keenan telah sadarkan diri hari ini. Paling tidak aku memiliki keyakinan yang kuat jika Keenan akan sembuh kembali dan berkumpul dengan kita. Semangat hidup aku kembali setelah melihat Keenan sadarkan diri beberapa saat yang lalu. Aku harus tetap berjuang demi masa depan Keenan setelah Keenan sembuh dan keluar dari rumah sakit ini Can,” balas Kayla.
Cantika mengulas senyuman hangat ke arah sahabat baiknya itu. “Iya Kayla. Aku percaya kamu bisa menyelesaikan masalah ini Kayla. Aku juga percaya kamu bisa bangkit lagi seperti dulu setelah kamu dalam keadaan terpuruk dan berada di titik nol. Kamu harus tetap dan selalu semangat iya Kayla demi Keenan. Aku akan selalu berada di samping kamu dan Keenan kapan pun itu. Aku telah menganggap kamu bukan hanya sekedar sahabat baik. Tapi aku juga telah menganggap kamu sebagai keluarga dan kakak aku Kayla.”
“Iya Can. Terima kasih iya Can,” sambung Kayla lalu mendekap dengan hangat tubuh sahabat baiknya itu.
“Iya Kayla,” seru Cantik sembari membalas dekapan hangat yang dilakukan oleh Kayla.
“Kita istirahat yuk Can. Ini sudah larut malam. Kita akan memikirkan langkah apa yang akan kita ambil besok saja Can. Aku sudah sangat mengantuk Can,” ucap Kayla setelah mengurai dekapan dengan Cantika.
“Iya Kayla. Aku juga sudah mengantuk sekali malam hari ini. Ayo.. Kita tidur Kayla,” balas Cantika.
Kayla mengecup kening sang putra kesayangannya dengan penuh rasa sayang lalu membenarkan selimut yang menutupi tubuh kecil mungil milik sang putra kesayangannya itu agar tidak merasa kedinginan malam hari ini. Kayla lantas melangkahkan kaki menuju ke tempat tidur yang berada tidak jauh dari tempat tidur yang kini sedang ditempati oleh sang putra kesayangannya itu.
***
Revan menatap ke layar benda pipih yang kini sedang menyala di hadapan dirinya itu sembari melihat perusahaan milik Kayla yang kini telah hancur. Revan merasa puas karena berhasil menghancurkan perusahaan milik wanita yang telah menjadi musuh bebuyutan dirinya sejak lama itu. Namun entah kenapa di lubuk hati yang paling dalam Revan ada perasaan aneh yang menyelinap saat ini. Revan merasakan perasaan yang kini ada di dalam hatinya itu. Namun Revan masih belum dapat memahami perasaan yang kini hadir dengan tiba-tiba tanpa diundang oleh dirinya.
“Perasaan apa ini? Aku merasa senang karena telah berhasil menghancurkan perusahaan Kayla. Tapi kenapa hati aku ada yang terasa aneh saat ini?” tanya Revan kepada dirinya sendiri.
Revan memijat pangkal hidungnya untuk menghilangkan rasa pusing yang kini mendera di dalam dirinya. Revan masih memikirkan tentang Revan yang tidak melakukan perlawan apapun itu dengan apa yang telah dilakukan oleh dirinya sehingga Revan merasa ada yang aneh dengan wanita yang selalu membalas apa yang telah dilakukan oleh Revan kepada Kayla selama ini.
Huh..
Revan menghela nafas berat untuk menenangkan diri dari semua yang ada di dalam pikirannya saat ini. Revan merasa heran kenapa dirinya kini sangat memikirkan tentang Kayla musuh bebuyutannya itu. Revan seharusnya tidak memikirkan wanita itu saat ini. Namun Revan masih merasa penasaran karena wanita itu membiarkan perusahaan milik dirinya hancur di tangan Revan dengan mudah seperti membalikan telapak tangan.
Suara dering ponsel milik Revan yang berada di atas meja kerjanya seketika mencengangkan Revan yang masih berperang dengan pikirannya sendiri saat ini. Revan mengambil ponsel milik dirinya itu lalu melihat ID pemanggil yang tertera di layar ponsel milik dirinya saat ini.
Ferdi..
Revan menautkan kedua alis saat melihat nama Ferdi sahabat baik sekaligus asistennya itu tertera di layar ponsel milk Revan saat ini. Tanpa berpikir panjang lagi, Revan mengusap tombol berwarna hijau untuk menerima panggilan telepon dari Ferdi malam hari ini.
Panggilan telepon Revan-Ferdi..
Revan : Halo..
Ferdi : Halo.. Kamu di mana tutup kaleng? Kenapa kamu menerima telepon aku lama sekali? Jangan bilang kamu sedang berada di night club iya Revan?
Revan berdecak kesal setelah mendengar apa yang diucapkan oleh sahabat baiknya itu yang kini berada di seberang line.
Revan : Itu mulut bisa apa tidak kalau bicara jangan sembarangan dan jangan asal njeplak seperti itu? Mulut kamu tidak pernah makan bangku sekolah iya Ferdi?
Ferdi tergelak kencang dengan apa yang diucapkan oleh Revan dengan penuh emosi dari seberang line.
Ferdi : Bukan mulut aku tidak pernah makan bangku sekolah Revan. Tapi aku yang selalu kabur saat sekolah.
Revan : Ada apa kamu menghubungi aku malam seperti ini? Apa ada hal yang penting Ferdi?
Ferdi : Kamu jawab dulu pertanyaan aku. Kamu sedang berada di mana saat ini?
Revan : Aku sedang berada di ruang kerja rumah aku. Memangnya kenapa Ferdi? Ada apa Ferdi?
Ferdi : Aku kira kamu sedang di hotel bareng sama wanita penghangat ranjang kamu seperti biasanya Revan. Aku ke night club mencari kamu tadi. Tapi kamu tidak ada di saba.
Revan : Kamu kalau bicara sembarangan lagi ke aku. Aku akan memotong gaji dan bonus kamu iya Ferdi. Ada apa kamu menghubungi aku malam hari ini?
Ferdi bergidik ngeri dengan apa yang diucapkan oleh Revan malam hari ini. Namun Ferdi yang telah mengetahui bagaimana sifat dan karakter sahabat baiknya itu tetap bersikap tenang saat ini.
Ferdi : Aku sudah mencari tahu tentang wanita yang menjadi musuh bebuyutan kamu di rumah milik Kayla. Namun Kayla tidak ada di rumah itu. Aku tanya ke penjaga rumah Kayla. Katanya Kayla sudah dua hari tidak pulang ke rumah Revan.
Revan : Tapi rumah itu tidak disita oleh bank akibat perusahaan wanita itu gulung tikar kan Ferdi?
Ferdi : Mulut kamu itu kalau bicara bisa disaring terlebih dahulu apa tidak iya Revan? Apa kamu kira Kayla itu wanita bodoh yang akan mengorbankan tempat tinggalnya sebagai bahan jaminan bank?
Ah.. Revan sadar diri setelah mendengar apa yang diucapkan oleh Ferdi itu tidak ada yang salah saat ini. Ya. Revan tahu jika Kayla itu bukan wanita yang bodoh seperti wanita lain yang dikenal oleh Revan selama ini. Revan juga tahu jika Kayla itu bukan wanita materialistis yang hanya menggantungkan hidupnya kepada seseorang demi uang dan kehidupan mewah. Kayla itu wanita hebat dan tangguh yang berdiri di atas kakinya sendiri selama ini. Itulah yang Revan tahu tentang wanita musuh bebuyutannya itu.
Revan : Kam uterus cari tahu informasi tentang wanita itu sampai ketemu iya Ferdi. Ingat! Kamu harus menemukan di mana keberadaan Kayla saat ini. Kamu jangan pernah berani bertemu dengan aku jika kamu belum dapat menemukan di mana keberadaan wanita itu.
Ferdi berdecak kesal setelah mendengar apa yang diucapkan oleh Revan kepada dirinya itu.
Ferdi : Aku pasti akan menemui kamu jika aku membutuhkan uang untuk biaya mencari informasi tentang Kayla.
Tut..
Revan dengan sengaja menutup panggilan telepon dengan Ferdi setelah mendengar apa yang diucapkan oleh Ferdi kepada dirinya beberapa saat yang lalu.
“Memangnya enak aku cuekin. Uang terus yang ada di dalam pikiran kamu,” ucap Revan sembari menatap ke layar ponselnya yang telah gelap saat ini.
Sementara itu, Ferdi yang menyadari jika sambungan telepon di antara dirinya dan Revan diputus sepihak oleh Revan lantas berdecak kesal dengan sikap Revan saat ini.
‘Dasar sahabat tidak ada akhlak..’