Jam dinding di kantor Cakra kini sudah menunjukkan pukul setengah sembilan pagi, Agni akhrinya menemukan ruangan dimana Cakra berada, memang benar kata karyawan tadi apabila di pintunya tertulis nama Cakra Hutama sebagai identitas ruangan tersebut ditempati oleh siapa. Agni kemudian mengetuk pintu ruangan tersebut, setelah dipersilahkan masuk, Agni membuka pintu ruangan itu dan segera masuk untuk memberikan apa yang diminta Cakra. “Permisi Mas Cakra.” Ujar Agni sembari ia membuka pintu ruangan milik Cakra. “Kenapa lama banget sampainya? kamu nyasar apa gimana?” tanya Cakra ketika ia kini sudah melihat batang hidung Agni. “Enggak Mas.” Agni menggelengkan kepalanya dengan rasa takut menghantui dirinya karena takut apabila Cakra marah kepadanya. “Terus kok kamu baru sampai sekarang?

