Laeli memandang Ratna sejenak yang baru saja berbicara seperti itu. Laeli juga membatin yang sama dengan yang diucapkan oleh Ratna, seharusnya ia tidak apa-apa untuk bercerita hal ini kepada Ratna, mengapa harus ia tutupi. Ratna juga teman yang baik menurut Laeli. Apalagi Ratna juga banyak membantu Laeli ketika dalam masa kesulitan. “Sebenarnya emang ada yang mau aku omongin ke kamu Rat, tapi aku takut malah nambah beban pikiran kamu.” Ujar Laeli yang tidak ingin membuat Ratna menjadi bertambah beban pikirannya karena ikut memikirkan Laeli. “Apaan sih yang lagi lo pikirin?” tanya Ratna sekali lagi. “Aku lagi nyoba ikut seleksi jadi asisten dosen nih tapi takut nggak keterima.” Laeli menutarakan isi pikirannya yang saat tengah mengganggu dirinya. “Astaga Laeli lo kenapa harus takut?

