*** Suasana dimobil terasa hening dan dingin. Baik Rica maupun Leon tak sanggup membuka pembicaraan. Rica bahkan sampai pindah duduk ke kursi belakang bersama Leon. Ia tak mampu duduk disamping Dito dalam keadaan mood pria itu yang sedang buruk. Dito benar-benar mengerikan. "Kamu sogok Leon pake apa, sampai dia mau panggil kamu dengan sebutan Bunda?" suara Dito terdengar dingin dan tak bersahabat di telinga Rica. Mata pria itu hanya tertuju ke depan pelataran sekolah Leon yang mulai sepi. "Gak kok. Aku aja kaget pas Leon manggil aku Bunda" nada suara Rica terdengar sarat akan protes karena tuduhan tak berdasar Dito. Ia sendiri tidak tahu apa yang mendasari Leon sampai memanggilnya dengan sebutan seperti itu. "Ayah.." mendengar suara Leon yang menginterupsi ditengah-tengah pembicaraan

