Rica meletakkan handuk basah yang baru saja ia gunakan ke atas jemuran portabel yang ada di balkon kamarnya. Gadis itu diam sejenak setelah selesai menjemur handuknya. Melihat pemandangan atap rumah yang ada disekelilingnya. Matanya terpaku merasakan hangatnya sinar matahari pagi dan hembusan pelan angin yang menerpa wajahnya. Dalam keadaan weekend begini biasanya Rica tidak akan mandi dibawah jam sembilan pagi. Tapi karena ia sudah berjanji untuk belajar bersama Rafa pagi ini, ia pun memutuskan untuk membuang rasa malasnya terlebih dahulu. Mereka ada janji satu jam lagi. Lebih tepatnya di jam sepuluh pagi ini. Rica mendongak menatap langit. Banyak sekali hal-hal yang sedang ia pikirkan sekarang. Gadis itu paham betul, tak seharusnya ia begini. Apalagi hal-hal yang tak terlalu penting d

