PENYELAMAT

1144 Kata

Meetingpun usai pukul 11.40 WIB. Rafa langsung beranjak dari kursinya dan mendekati Arda. Mereka berdua terlihat membicarakan hal yang serius. Ayana memutuskan membantu Aura untuk membereskan tempat tersebut. Ia mendekati Aura yang sedang membereskan laptop dan berkas-berkas Arka. “Mbak bantuin ya, Ra,” ucap Ayana sambil memberikan kabel laptop Arka yang barusan ia cabut dari stop kontak pada Aura. “Boleh banget, Mbak. Ya Ampun ini berantakan banget. Dia tuh sukanya acak-acakan, Mbak. Tobat banget!” ucap Aura sambil berbisik. “Haha…Namanya juga cowok, Ra,” ucap Ayana. “Tapi ini lebih berantakan banget lho, Mbak. Pak Rafa nggak gini-gini amat deh,” ucap Aura dengan mendengus. “Sama kok,Ra. Kadang kalau beliau habis ngelembur paginya aku bersihin ruangannya yang kayak kapal pecah,”

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN