PROLOG

225 Kata
"AKSAAAAA! AKSAAA! AKSAAA!!!" "NANTI DIKANTIN DUDUK BARENG DOOOONG!!!" "GUE YANG BAYARIN DEH, CIUS!" "EH IYA LUPA, LO KAN SULTAN YAA?" "AKSA GANTENG BANGET SIIIH? MAMA PAPA NYA PASTI CAKEP JUGA YAAA?" "HAI AKSA! HAI AKSA! DIA ORANGNYA RAMAH!~" "AKSAAAA LEPAS JASNYA DOOONG!" "KAK AKSAAAA! MAU DONG DI MOS IN SAMA KAMUUU, DI BULLY JUGA GAPAPA! AKU IKHLAS LAHIR BATINNN!" "AKSAAA ANGKAT AKU JADI PACARMUUU!" "JADI BABU DIRUMAH KAMU JUGA GAPAPA KOK!!" "AKSA AKSAAA! TIPE PACAR IDAMAN KAMU SEPERTI APA? AKU INGIN MEMAKSAKAN DIRIII!" "AKSA SUKA KENTANG KAYA AKU GAAA???" Aksa mendengus kesal, ini adalah hari pertama masuk sekolah setelah libur panjang, dan hari ini Aksa baru naik ke kelas 11, serta hari ini pula dirinya baru akan menjadi senior adik-adik kelas sepuluhnya yang akan melaksanakan MOS/MPLS. Aksa pusing, tetapi baru satu langkah Aksa berjalan dari parkiran, semua siswi sudah pada teriak-teriak. Rasanya ia ingin kembali liburan ke Bali saja bersama keluarganya, libur satu bulan kurang lama bagi Aksa. "HAHAHAHA! Makanya jadi orang jangan ganteng-ganteng! Mending punya muka kaya gue aja, walaupun kentang tapi aman!" seloroh salah satu teman Aksa. "Taik," sahut Aksa. Aksa melihat ke depan, dimana ada koridor panjang yang harus ia lewati, tatapannya terlihat lelah, banyak sekali anak perempuan disana, rasanya melewati itu adalah rintangan terbesar bagi Aksa. "Za, ajak gue ke dukun sekarang." kata Aksa. "Hah? Ngapain?" "Cari kekuatan biar bisa menghilang."
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN