Desakan Erland

1359 Kata

"Erland? Bukannya dia temen kuliah kamu dulu ya, Al?" seloroh Mama Rini—ibu kandung Almira yang rupanya masih mengingat wajah Erland, meski sudah bertahun-tahun lamanya. "Iya, Ma," sahut Almira, berusaha tetap tenang meski kini dia menjadi perhatian semua orang di sekitar tak terkecuali Sandi—sang suami. 'Apa? Jadi Erland itu temen kuliah Almira? Seakrab apa mereka dulu, sampai-sampai ibu mertuaku masih mengingatnya.' Sandi membatin gundah seraya melirik pemuda yang berdiri di sampingnya. Jika diperhatikan lebih saksama, sepertinya Erland tengah memerhatikan Almira dengan tatapan penuh arti, pikir Sandi. "Nak Erland, ayo gabung sekalian bareng kami," ajak Pak Kusuma—papanya Almira. "Iya, ayo, Nak," sambung Mama Laila. Erland terkesiap dengan ajakan tersebut, hendak menolak tetapi

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN