Keterkejutan Erland

1145 Kata

Pria berbadan gagah itu terlihat baru saja bangkit dari tidurnya, masih mengenakan pakaian yang sama dia duduk bersandar pada kepala ranjang sambil menekan pelipis. Sisa-sisa mabuk semalam pun masih meninggalkan jejak, membuat kepalanya terasa begitu berat. "Kepalaku sakit banget," keluh Sandi, menekan lebih dalam jari-jarinya ke permukaan kulit keningnya yang berdenyut. Setelah beberapa saat sibuk mengurangi denyutan yang menyiksa, Sandi baru menyadari jika dia tidak sedang berada di kamarnya. "Ini ... kamar siapa?" Sambil bertanya-tanya sendiri, pandangannya mengedar ke seluruh ruangan yang didominasi warna gelap. Sampai suara seorang pemuda yang baru saja masuk ke kamar itu mengalihkan perhatian Sandi. "Pak Sandi udah bangun?" Erland mengulas senyum m ke arah sang atasan yang sema

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN